Rabu, 05 Januari 2011

Pelaksanakan Tatakelola Perusahaan Sesuai GCG

Dalam prakteknya prinsip-prinsip tatakelola perusahaan yang baik ini perlu dibangun dan dikembangkan secara bertahap. Perusahaan harus membangun sistem dan pedoman tata kelola perusahaan yang akan dikembangkannya. Demikian juga dengan para karyawan, mereka perlu memahami dan diberikan bekal pengetahuan tentang prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang akan dijalankan perusahaan.
Untuk memudahkan memberikan gambaran bagaimana prinsip-prinsip GCG tersebut akan dibangun, dipahami dan dilaksanakan, berikut ini diberikan beberapa acuan praktis yang perlu dikembangkan lebih lanjut di masing-masing perusahaan. Acuan ini diuraikan mengikuti urutan butir-butir prinsip GCG yang telah dibahas di atas.
Accountability:
1. Pimpinan, manajer dan karyawan perusahaan telah mengetahui visi, misi, tujuan dan target-target operasional di perusahaan
2. Pimpinan. Manajer, karyawan perusahaan telah mengetahui dan memahami peran, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing
3. Uraian tugas di setiap unit usaha atau unit organisasi telah ditetapkan dengan benar dan sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan
4. Proses dalam pengambilan keputusaan telah mengacu dan mentaati sistem dan prosedur yang telah dibangun.
5. Proses cek dan balance telah dilakukan secara menyeluruh di setiap unit organisasi.
6. Sistem penilaian kinerja operasional, organisasi dan kinerja perseorangan telah sepakat ditetapkan, diterapkan dan dievaluasi dengan baik
7. Pertanggungan jawab kinerja pimpinan (BOC, BOD) perusahaan secara rutin seyogyanya dapat dibangun dan dilaporkan.
8. Hasil pekerjaan telah didokumentasikan, dipelihara dan dijaga dengan baik

Responsibility:
1. Pimpinan, manajer dan karyawan perusahaan telah mengetahui dan memahami seluruh peraturan perusahaan yang berlaku.
2. Pimpinan. Manajer dan karyawan perusahaan telah menerapkan sistem tata nilai dan budaya perusahaan yang dianut perusahaan.
3. Proses dalam pengambilan keputusan di perusahaan senantiasa mengacu dan mentaati sistem dan prosedur yang telah dibangun.
4. Manajer dan karyawan perusahaan telah bekerja sesuai dengan standar operasional, prosedur maupun ketentuan yang berlaku di perusahaan.
5. Unit kerja organisasi perusahaan telah berupaya menghindari pengelolaan perusahaan yang berpotensi merugikan perusahaan dan stakeholder.
6. Proses pendelegasian kewenangan telah dijalankan dengan cukup dan baik demi terselenggaranya pekerjaan.
7. Manajer dan unit organisasi telah melakukan pertanggungan jawab hasil kerja secara teratur.

Transparancy dan Disclosure:
1. Bahwa berbagai pemegang kepentingan (manajemen, karyawan, pelanggan) dapat melihat dan memahami proses dalam pengambilan keputusan manajerial di perusahaan.
2. Pemegang saham berhak memperoleh informasi keuangan perusahaan yang relevan secara berkala dan teratur.
3. Proses pengumpulan dan pelaporan informasi operasional perusahaan telah dilakukan oleh unit organisasi dan karyawan secara terbuka dan obyektif, dengan tetapa menjaga kerahasiaan nasabah/pelanggan
4. Pimpinan, manajer dan karyawan perusahaan telah melakukan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan, sistem pengawasan dan standardisasi yang dilakukan.
5. Informasi tentang prosedur dan kebijakan di unit kerja maupun unit organisasi telah dipublikasikan secara tertulis dan dapat diakses oleh semua pihak di dalam dan oleh unit-unit terkait di luar perusahaan.
6. Eksternal auditor, komite audit, internal auditor memiliki akses atas informasi dengan syarat kerahasiaan tetap dijaga.
7. Menyampaikan laporan keuangan audited dan kinerja usaha ke publik secara rutin, maupun laporan corporate governance pada instansi yang berwenang.

Fairness:
1. Pengelola dan karyawan perusahaan akan memperhatikan kepentingan seluruh stakeholder secara wajar menurut ketentuan yang berlaku umum.
2. Perlakuan adil kepada seluruh pihak pemegang kepentingan (nasabah, pelanggan, pemilik) dalam memberikan pelayanan dan informasi.
3. Manajer, pimpinan unit organisasi dan karyawan dapat membedakan kepentingan perusahaan dengan kepentingan organisasi.
4. Perlakuan, pengembangan timwork, hubungan kerja dan pembinaan pada para karyawan akan dilakukan dengan memperhatikan hak dan kewajibannya secara adil dan wajar.

Independency:
1. Keputusan pimpinan perusahaan hendaknya lepas dari kepentingan berbagai pihak yang merugikan perusahaan.
2. Proses pengambilan keputusan di perusahaan telah dilakukan secara obyektif untuk kepentingan perusahaan

Uang dan kekuatannya

Uang harus dimanfaatkan secara bijaksana melalui kekuatan kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan ekonomi. Tanpa ketiga kecerdasan tersebut Anda akan merasa tidak bahagia bersama uang Anda. Pastikan Anda terus-menerus melatih kecerdasan emosional, spiritual, dan ekonomi Anda dengan sepenuh hati.

Uang dapat Anda simpan dalam berbagai wujud harta. Bila Anda boros dan tidak cerdas mengelola uang, maka uang Anda akan berkurang. Oleh karena itu, Anda harus berusaha terus-menerus untuk mendapatkan uang. Lalu, menyimpan uang dalam berbagai wujud harta, serta tidak membelanjakan uang secara berlebihan untuk hal-hal konsumtif.

Dalam proses pencarian uang, Anda tidak boleh mengorbankan kehidupan, kesehatan, kebebasan, hubungan, dan kebahagiaan Anda. Sebab, pada akhirnya uang yang Anda dapatkan tersebut bertujuan untuk melengkapi kehidupan Anda dengan lebih manusiawi.

Uang adalah salah satu kekuatan diantara kekuatan-kekuatan lain. Pastikan Anda tidak merasa terlalu kuat bersama uang-uang Anda, sebab kekuatan-kekuatan lain di luar kekuatan uang dapat mengurangi kekuatan uang Anda. Semakin banyak uang  yang Anda miliki, semakin rendah hatilah untuk menjalani kehidupan  yang sederhana. Anda tidak perlu memamerkan kepada siapa pun tentang kekayaan dan uang-uang Anda. Semakin Anda memamerkan kekayaan, maka batin Anda akan semakin miskin, dan pada akhirnya Anda tidak akan merasa bahagia bersama hidup Anda.

Memimpin diri sendiri

Hidup adalah sebuah proses menuju harapan dan impian yang sering sekali harus dilalui dengan berbagi jalan kemenangan, kemunduran, masalah, kekecewaan, keuntungan dan kerugian. Berbagai jalan tersebut sering sekali muncul begitu saja dan selalu menjadi sesuatu hal yang berada di luar kendali diri. Oleh karena itu, Anda harus punya kekuatan mental dan fisik yang luar biasa untuk dapat menaklukkan berbagai hambatan menuju harapan dan impian hidup Anda. Anda harus dapat memimpin diri sendiri untuk mendengarkan suara di dalam diri Anda dan menyadari bahwa Anda punya banyak pilihan dalam hidup Anda.

Memimpin diri sendiri berarti Anda harus menemukan kejelasan visi hidup Anda. Anda harus fokus pada visi kehidupan Anda dan selalu percaya diri untuk menemukan sukses Anda dimanapun sukses itu berada.

Memimpin diri sendiri berarti Anda sendiri yang menulis skenario kehidupan Anda, Anda sendiri yang menyutradarai kehidupan Anda, Anda sendiri yang menjadi produser dalam kisah kehidupan Anda, Anda sendiri yang menjadi bintang yang memerankan isi skenario yang Anda tulis tersebut, dan Anda sendiri yang memilih rekan- rekan bintang pendukung untuk memuluskan cerita di skenario Anda.  Ciptakanlah sebuah film kehidupan Anda seperti yang Anda angan-angankan.

Memimpin diri sendiri berarti Anda harus benar-benar tahu tentang cara kerja menuju sukses dengan mengoptimalkan semua potensi diri sendiri. Anda harus menunjukkan kekuatan yang menakjubkan dari pikiran Anda. Anda harus berpikir untuk memenangkan semua impian dan harapan Anda. Anda harus berani melihat diri Anda telah berhasil. Anda harus konsisten untuk mengharapkan hal-hal besar hadir ke dalam kehidupan Anda. Anda harus bekerja keras dalam tanggung jawab untuk membuat hidup Anda bahagia, sehat, sejahtera, dan melanjutkan perjalanan kehidupan Anda ke level sukses yang lebih tinggi.


Uang adalah sebuah kekuatan yang sangat dahsyat,  tanpa uang orang-orang mudah panik dan mudah tergoncangkan oleh godaan kehidupan. Uang diperlukan untuk menenangkan perasaan, merawat kesehatan, mencukupi kebutuhan hidup, membeli kehormatan dan mendapatkan kekuasaan.

Berpikir kreatif untuk mendapatkan solusi

Anda harus berpikir kreatif untuk mendapatkan solusi yang hebat. Miliki motivasi yang kuat untuk mendapatkan solusi yang hebat, lalu tingkatkan kapasitas kreatif Anda dengan cara mempertajam daya imajinasi Anda yang kreatif.

Untuk mendapatkan solusi yang hebat, Anda harus meningkatkan daya kreativitas Anda secara terus-menerus dan membuat ide-ide Anda bekerja untuk melahirkan solusi-solusi yang hebat.  Definisikan dan buat rencana yang rinci untuk sampai pada solusi terbaik Anda.

Untuk memicu imajinasi kreatif Anda, Anda harus menulis deskripsi yang jelas tentang hasil akhir atau tujuan solusi ideal yang Anda inginkan. Setelah itu, lakukan visualisasi secara berulang-ulang sampai Anda ketemu sebuah gambaran solusi ideal di pikiran Anda.

Setelah Anda ketemu gambaran solusi ideal di pikiran Anda, maka saatnya Anda mulai menulis di atas kertas tentang semua gambaran solusi ideal Anda tersebut. Mulailah proses pembuatan rencana dan kemudian bekerja pada rencana, memperbarui rencana, mengubah rencana sesuai yang diinginkan, mengembangkan rencana, dan memikirkan cara-cara baru untuk bekerja ke arah solusi ideal.

Sebagai pribadi kreatif, Anda harus bersikap tenang, santai, percaya diri, memiliki harapan, memiliki visi yang jelas, dan menjadi diri sendiri yang penuh tanggung jawab terhadap pekerjaan

Kembangkan karakter positive anda

Ketika Anda berurusan dengan pribadi berkarakter negatif, segeralah memaafkan semua perilaku tak menyenangkan yang Anda terima dari pribadi negatif tersebut. Karakter negatif hanya akan terhapuskan oleh kekuatan karakter positif. Untuk itu, setiap saat isilah pikiran Anda dengan nilai-nilai positif, dan latilah emosional Anda dengan sifat dan perilaku yang sabar, tegar, ikhlas, dan berjiwa besar.

Jangan pernah terpengaruh oleh perilaku pribadi karakter negatif. Bila Anda terpengaruh, Anda akan menjadi stres dan tidak bahagia. Pastikan semua pengalaman tak menyenangkan itu berlalu bersama kekuatan sikap baik Anda. Pimpin diri Anda untuk menjadi lebih tegar lagi dengan cara menjauhkan diri Anda dari sikap negatif.

Jangan biarkan kata-kata negatif dari luar diri Anda merusak kekuatan positif Anda. Hapus nilai-nilai takut, marah, minder, sakit hati, dendam dari memori pikiran sadar dan bawah sadar Anda. Miliki tekad dan motivasi yang kuat untuk menjadi pribadi berkualitas dengan tingkat pengendalian diri yang unggul dan tak tergoncangkan oleh hal apa pun.

Tegakkan kepala Anda dalam sikap penuh percaya diri; busungkan dada Anda dengan sikap penuh perasaan sukses; hadapi semua keadaan dengan sikap baik dan pikiran positif. Pastikan Anda terlatih secara sempurna untuk merasa lebih baik, lebih pintar, lebih sehat, lebih percaya diri, lebih terkendali dalam emosi baik, lebih mencintai kehidupan, lebih menyayangi siapa pun, lebih peduli kepada siapa pun, lebih kaya raya, dan lebih positif saat menghadapi dan menangani semua aspek kehidupan Anda.

Berkompetisi dengan diri sendiri

Kehidupan selalu dijalani dengan cara kompetisi. Individu, kelompok, organisasi, perusahaan, bangsa, dan lain sebagainya, selalu diarahkan untuk saling berkompetisi. Budaya kehidupan menciptakan kompetisi sebagai hal terpenting dalam meraih kesuksesan.  Kompetisi dilakukan untuk menegakkan harga diri dan kehormatan. Kompetisi dilakukan untuk mencari kemenangan buat kesuksesan diri sendiri, kelompok atau organisasi.

Ketika kompetisi dengan pihak lain dianggap paling benar untuk mengekspresikan potensi diri, maka batas mental seseorang akan terbatas pada keunggulan lawan. Dia tidak akan pernah mempersiapkan diri untuk mengeksplorasi bakat dan potensinya secara optimal, tapi dia hanya akan mempersiapkan diri untuk menang atas lawannya. Artinya, ukuran kemenangan sebatas kelemahan lawan, dan kesuksesan yang diraih sebatas kegagalan lawan.

Bila Anda memiliki impian dan harapan terhadap kehidupan Anda. Anda harus mempersiapkan diri Anda dengan maksimal tanpa berkompetisi dengan pihak lain. Anda harus berkompetisi dengan diri Anda sendiri, yaitu diri sejati Anda harus berkompetsi untuk menang atas ego dan nafsu Anda. Sebab, di saat diri sejati Anda tidak mampu mengendalikan ego dan nafsu diri sendiri, Anda berpotensi kalah dari kehidupan Anda, walaupun mungkin Anda menang dari kompetisi dengan pihak lain.

Kompetisi dengan diri sendiri akan mengantar diri sejati Anda menuju kebahagiaan. Oleh karena itu, Anda harus berkompetisi dengan diri sendiri untuk membangun jembatan hubungan bahagia; untuk mencintai dan dicintai; untuk hidup rukun dengan orang-orang di sekitar Anda; untuk menikmati pekerjaan Anda; untuk sukses secara finansial; untuk kesehatan diri Anda; untuk memiliki perasaan sejahtera dan berkecukupan; untuk ketenangan pikiran dan kedamaian diri sejati Anda; untuk mengendalikan ego dan nafsu Anda agar tidak berkompetisi dengan pihak lain.

Hidup Anda adalah harta sejati Anda. Pastikan Anda cerdas berkompetisi dengan kehidupan Anda. Jangan mengorbankan hidup untuk kepuasan ego dan nafsu, nanti Anda berpotensi terjebak dalam kehidupan yang penuh penderitaan batin.

Merawat pikiran dan perasaan dengan nilai-nilai kehidupan yang seimbang

Dalam diri setiap orang ada dua kekuatan yang luar biasa, dua kekuatan yang harus terus-menerus dipelajari untuk dapat merawatnya dengan baik. Dua kekuatan itu adalah pikiran dan perasaan.

Pikiran dan perasaan sifatnya seperti tanaman yang harus selalu disiram dan dipupuk dengan jumlah dan kadar yang pas, tidak boleh terlalu lebih, ataupun terlalu kurang. Bila salah perawatan, maka tanaman bisa stres dan mengering. Demikian juga dengan pikiran dan perasaan harus dirawat dengan nilai-nilai kehidupan yang seimbang dan yang pantas. Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, sesuaikan semua hal sesuai kadar dan kepantasan.

Kehidupan bila tidak dijalankan dengan perasaan dan pikiran positif, maka kehidupan akan menghadirkan kondisi dan situasi negatif di setiap hari. Jadi, jangan heran bila ada orang-orang yang setiap harinya hidup dengan berkeluh kesah dan selalu berbicara tentang kekurangan kondisi keuangan, kesehatan, keluarga, lingkungan kerja, sahabat, ekonomi, politik, keyakinan orang lain, dan masih banyak lagi hal-hal negatif yang dipikirkan dan dirasakan. Semua ini terjadi karena tangan selalu menunjuk untuk menyalahkan pihak lain atas kekurangan dalam hidup, tanpa sekalipun tangan menunjuk kepada diri sendiri sebagai aktor utama yang harus bertanggungjawab atas semua kekurangan hidup.

Bila pikiran dan perasaan Anda tidak dirawat dengan nilai-nilai kehidupan positif, maka pikiran dan perasaan Anda akan menciptakan kondisi kehidupan yang frustasi dan menderita. Kondisi frustasi dan penderitaan Anda akan menghapus hak Anda untuk hidup damai dan bahagia. Jika hak Anda untuk damai dan bahagia hilang oleh ketidakcerdasan Anda dalam mengelola dan merawat perasaan dan pikiran Anda, maka seharusnya Anda bangkit untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara fundamental pada nilai-nilai dan keyakinan diri Anda.

Untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara fundamental pada nilai-nilai dan keyakinan Anda,  Anda harus menjalankan beberapa prosedur berikut:

1. Jawablah dengan tulus dan jujur. Apakah nilai-nilai kehidupan yang Anda miliki sekarang telah menciptakan perasaan dan pikiran yang Anda inginkan?
2. Lakukan dengan integritas. Lakukan identifikasi terhadap nilai-nilai kehidupan yang saat ini ada di dalam pikiran dan perasaan Anda.
3. Lakukan untuk kebahagiaan dan kedamaian hidup Anda. Tentukan apakah nilai-nilai dan keyakinan Anda  yang sekarang sudah tepat untuk membuat  Anda damai dan bahagia?
4. Bertindaklah. Lakukan perubahan pada nilai-nilai dan keyakinan diri yang menghambat proses pengembangan nilai menuju perasaan damai dan bahagia.
5. Kuasai cara dan teknik untuk mengembangkan dan mengartikulasikan nilai-nilai kehidupan baru Anda ke dalam kepribadian yang Anda inginkan.
6. Pahami nilai-nilai berikut dan apakah Anda mampu melihatnya dari pikiran dan perasaan positif Anda? Ambisi, kompetensi, individualitas, kesetaraan, integritas, pelayanan, tanggung jawab, ketepatan, hormat, dedikasi, keragaman, perbaikan, kesenangan, loyalitas, kredibilitas, kejujuran, inovasi, kerja sama tim, keunggulan, akuntabilitas, pemberdayaan, kualitas, efisiensi, martabat, kolaborasi, pelayanan, empati, prestasi, keberanian, kearifan, kemandirian, keamanan, tantangan, pengaruh, pembelajaran, kasih sayang, ramah, disiplin, kemurahan hati, persistensi, optimisme, ketergantungan, fleksibilitas,…..


Template by : kendhin x-template.blogspot.com